Pikiranrakyatjambi.com,Pemanfaatan Drum Bekas Menjadi Tangki Septik Untuk Daerah Pasang Surut
Oleh: Akhsin Munawar, SST., M.Kes., Dosen Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Jambi .
Pembuangan air limbah tinja yang tidak memenuhi syarat menyebabkan penurunan kualitas lingkungan seperti timbulnya gangguan estetika berupa bau dan lingkungan yang kumuh. Selain itu juga terjadi dampak lain seperti pencemaran bakteriologis terhadap sumber air dan badan air.
Akses jamban sehat adalah tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 3 Tahun 2014 Tentang Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Dalam kondisi tertentu upaya yang dilakukan sering berhadapan dengan permasalahan tertentu seperti kondisi geografis, masyarakat di daerah rawa, pasang surut dan atau adanya kedaruratan lain seperti bencana alam, berkumpulnya massa yang banyak dan lain-lain. Sehingga, diperlukan sarana dengan desain khusus yang dibuat dengan pendekatan teknologi tepat guna.
Tangki septik dibuat dengan memanfaatkan 2 buah drum bekas dengan volume 200 liter masing-masing sebagai kompartemen A dan Kompartemen B. Kompartemen A mengolah limbah tinja (black water) dan air limbahnya dialirkan ke kompartemen B. Dalam kompartemen B diberi tambahan media berupa botol plastic yan dimaksudkan sebagi media biofilter untuk memaksimalkan proses pengolahan air limbah sebelum dibuang ke lingkungan sekitarnya.
Penelitian menggunakan desain studi kohort prospektif dengan pendekatan observasi terhadap kondisi fisik tangki septik sedangkan parameter kualitasnya dengan memeriksa parameter TSS dan BOD air limbah. Kadar TSS pada kompartemen A sebesar 178 mg/l sedangkan pada Kompartemen B mengalami penurunan menjadi 45 mg/lt. Kadar BOD pada kompartemen A sebesar 281 mg/lt sedangkan pada Kompartemen B mengalami penurunan menjadi 72 mg/lt.
Meskipun secara umum rata-rata kadar TSS dan BOD masih diatas baku mutu air limbah tetapi tangki septik ini dapat digunakan untuk masyarakat di daerah pasang surut dan mampu merubah bentuk fisik tinja serta menurunkan kualitas air limbah serta mencegah pembuangan tinja secara langsung ke lingkungan.
Pemanfaatan tangki septik di daerah pasang surut diharapkan dapat mendukung tercitanya kondisi masyarakat sehat ditandai tidak adanya buang air besar semabarangan. Sehingga, desa tersebut dapat mendeklarasikan sebagai wilayah yang sudah mencapai Stop Buang Air Besar Semabarangan (Stop BABS) atau Open Defecation Free (ODF).
Pemanfaatan drum bekas menjadi tangki septik dapat memacu tercapainya akses jamban dalam rangka mencapai pilar kedua dari STBM untuk mendukung terwujudnya Desa Sehat menuju Kabupaten Kota Sehat .
Hasil penelitian setidaknya dapat dimanfaatkan untuk akses jamban keluarga skala perorangan berupa Tangki Septik skala individual (on site system).

