Musrenbang RKPD 3027 Walikota Jambi Kita Harus Mampu Menyusun Prioritas Pembangunan Yang Tepat -->

Musrenbang RKPD 3027 Walikota Jambi Kita Harus Mampu Menyusun Prioritas Pembangunan Yang Tepat

Pikiran Rakyat Jambi
Senin, Maret 16, 2026

Pikiranrakyatjambi.comJAMBI – Pemerintah Kota Jambi mulai merumuskan arah pembangunan daerah tahun 2027 melalui pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2027.
Dalam forum tersebut, Wali Kota Jambi Maulana menegaskan bahwa pembangunan daerah ke depan masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama keterbatasan kemampuan keuangan daerah dibandingkan dengan kebutuhan pembangunan yang terus meningkat.
“Kita harus mampu menyusun prioritas pembangunan secara tepat, karena kebutuhan masyarakat terhadap infrastruktur, pelayanan publik, dan fasilitas perkotaan terus meningkat. Di tengah keterbatasan fiskal, kolaborasi dan inovasi menjadi kunci,” katanya.
Menurut Maulana, tantangan pembangunan ke depan juga dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, kebutuhan penciptaan lapangan kerja, hingga isu perubahan iklim dan keberlanjutan lingkungan.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Kota Jambi menetapkan agenda pembangunan yang berfokus pada pelaksanaan 11 program unggulan daerah dalam kerangka visi pembangunan Kota Jambi Bahagia.
Program-program tersebut diarahkan untuk memperkuat ekonomi daerah, mengoptimalkan potensi wilayah, memanfaatkan teknologi informasi secara integratif, serta meningkatkan daya saing daerah.
“Pembangunan Kota Jambi harus dilaksanakan secara efektif, efisien, inovatif, dan tepat sasaran. Kita juga terus membuka ruang kolaborasi dengan masyarakat, dunia usaha, dan berbagai pihak untuk mempercepat pencapaian target pembangunan,” ujarnya.
Maulana juga menekankan pentingnya sinergi antar perangkat daerah serta para pemangku kepentingan guna mengoptimalkan pencapaian target pembangunan tahun 2027.
Ia menilai perencanaan pembangunan daerah harus mampu beradaptasi dengan dinamika global yang penuh ketidakpastian dan perubahan kebijakan.
“Kita harus mampu beradaptasi dengan dinamika global. Karena itu, perencanaan harus adaptif, kolaboratif, dan berbasis data,” pungkas Maulana.

/* script Youtube Responsive */