Acara pembukaan ditandai dengan penekanan tombol sirine oleh Wali Kota Maulana, didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Fahmi, serta Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Kamal Firdaus.
Mengusung tema “Hijrah dan Muhasabah Bersama, Mewujudkan Kota Jambi Bahagia”, festival ini menjadi momentum penting dalam mempererat tali silaturahmi antara pemerintah dengan masyarakat, khususnya Majelis Taklim di Kota Jambi. Festival tersebut juga menjadi bagian dari komitmen Pemkot Jambi dalam mendukung pengembangan kegiatan keagamaan melalui peran aktif Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kota Jambi.
“Muharram memiliki makna yang luar biasa. Kami berharap semangat hijrah ini menjadikan kita semua pribadi yang lebih baik dan terus bermuhasabah. Kami juga berkomitmen membangun karakter anak-anak sejak dini,” ujar Wali Kota Maulana dalam sambutannya.
Maulana juga menegaskan, jika semangat masyarakat dalam menggelorakan kegiatan keagamaan terus meningkat, Pemkot Jambi siap menambah dukungan anggaran untuk dakwah.
Selain aspek spiritual, Wali Kota juga menyinggung berbagai program kesejahteraan dan keamanan yang telah berjalan, seperti layanan Call Centre Bahagia 112 yang aktif 24 jam, perlindungan bagi pekerja rentan, fasilitasi bagi Ketua RT dan petugas keagamaan, serta pembangunan infrastruktur dan transportasi ramah lingkungan seperti bus listrik bahagia.
Pada saat wawancara, Wali Kota Maulana juga menyampaikan pentingnya peran ibu-ibu pengajian dalam membentuk ketahanan keluarga. Ia menjelaskan bahwa sebanyak 20 kelompok pengajian ibu-ibu masjid turut memeriahkan Muharram sebagai wujud syiar Islam dan motivasi untuk terus aktif dalam pengajian.
“Pembangunan keluarga harus dimulai dari rumah. Karena tantangan saat ini sangat berat, dari kenakalan remaja hingga pelecehan seksual. Maka pengajian ibu-ibu ini menjadi benteng moral yang sangat penting,” jelas Maulana. (*)

