Pandangan Umum Fraksi Fraksi Terhadap LKPJ Walikota Jambi TA 2025 -->

Pandangan Umum Fraksi Fraksi Terhadap LKPJ Walikota Jambi TA 2025

Pikiran Rakyat Jambi
Selasa, April 07, 2026

Pikiranrakyatjambi.comDPRD Kota Jambi mengelar rapat paripurna dengan agenda mendengar pandangan umum fraksi-fraksi terhadap LKPJ Walikota Jambi TA 2025, Senin (6/4/2026) sore.


Rapat tersebut berlangsung di ruang rapat Swarna Bumi Gedung DPRD Kota Jambi, pada pukul 15.00 WIB.

Dalam rapat paripurna tersebut mayoritas fraksi mengapresiasi pertumbuhan ekonomi yang terjadi sepanjang 2025. Selian itu tingkat kemiskinan yang menurun, pengaturan menurunkan dan PAD mencapai Rp 2 T juga mendapat apresiasi.

Namun, setiap fraksi juga memberikan kritikan dan masukan bagi Pemerintah Kota ( Pemkot) Jambi, khususnya dalam hal penangan sampah yang masih sangat kurang maksimal.

Selain itu, tata kelola banjir dan tata kelola aset juga menjadi sorotan sebagian besar fraksi pada saat paripurna tersebut.

Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Farid Alfarely mengapresiasi setiap fraksi dalam memberikan pandangannya dalam rapat paripurna tersebut.

Menurutnya hal tersebut membuktikan kecintaan setiap fraksi terhadap Kota Jambi.

"Setiap usulan yang masuk sangat konstruktif terhadap isu-isu yang berkembang di masyarakat, mulai dari tata kelolah sampah, tata kelolah banjir hingga tata kelolah aset," ujarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan usulan disampaikan dalam paripurna tersebut bukan menyudutkan siapapun tapi lebih ke arah perbaikan 

"Kita juga mendukung visi misi Wali Kota Jambi dengan Kota Jambi Bahagianya," pungkas Kemas Farid.

Terpisah, Wali Kota Jambi Maulana mengucapkan terima kasih karena semua fraksi mengapresiasi apa yang telah ia lakukan sepanjang 2025. Mulai dari pertumbuhan ekonomi, berkurangnya pengangguran hingga kemiskinan.

Di akui Maulana permasalahan sampah ini memang telah menjadi perhatian khusunya apa lagi, permasalahan sampah ini menjadi permasalahan nasional termasuk Kota Jambi.

"Sampah ini setiap saat trus meningkat. Mungkin karena gaya hidup masyarakat
sudah sering membeli makanan dari pada masak sehingga banyak menimbulkan sampah," ujarnya.

Untuk itu, permasalahan sampah ini akan tangani langsung ke akarnya dengan mengunakan bentor memalui program kampung bahagia.

Sebingga penagulagan permasalahan sampah langsung dari rumah tangga.

Selain itu perlu adanya kesadaran masyakat sehingga tidak sembarangan membugan sampah 

"Jika program ini berjalan dan masih ada yang membuang sampah berarti bukan orang Jambi. Akan kita tindak,ujar maulana. (MT)

/* script Youtube Responsive */