Pemkot Upayakan Percontohan Pengolahan Sampah Modern Di Kota Jambi -->

Pemkot Upayakan Percontohan Pengolahan Sampah Modern Di Kota Jambi

Pikiran Rakyat Jambi
Rabu, Mei 20, 2026

Pikiranrakyatjambi.comJAMBI – Pemerintah Kota Jambi mulai bergerak cepat mengubah pola penanganan sampah di wilayah Jambi Timur. Salah satu langkah nyatanya terlihat saat Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M didampingi Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha meninjau sekaligus menutup Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di depan Pasar Talang Banjar, Kamis (21/5/2026).

Di balik penutupan itu, Pemkot ternyata sedang menyiapkan perubahan besar. Bekas area pasar lama Talang Banjar akan dijadikan transfer depo sementara sekaligus lokasi percontohan pengolahan sampah modern di Kota Jambi.
Maulana mengungkapkan, Jambi Timur saat ini menjadi salah satu wilayah dengan produksi sampah terbesar di Kota Jambi. Dalam sehari, sedikitnya 14 truk fuso sampah diangkut menuju TPA Talang Gulo.

“Jambi Timur ini produksinya sangat besar, sementara kita belum punya transfer depo permanen. Jadi selama ini semua langsung dibawa ke Talang Gulo,” kata Maulana.
Menurutnya, konsep baru yang sedang dibangun bukan lagi sekadar tempat penampungan sampah biasa. Nantinya, sampah akan dipilah terlebih dahulu sebelum residunya dibawa ke TPA akhir.

“Di sini nanti ada pemilahan organik dan non-organik. Bekas ruangan pasar lama akan dimanfaatkan untuk pengolahan sementara. Jadi bukan sekadar TPS,” ujarnya.
Pemkot sendiri sebenarnya telah menentukan lokasi transfer depo permanen di kawasan dekat Pertamina. Namun proses pembangunan masih membutuhkan waktu, mulai dari perencanaan hingga penganggaran.

Karena itu, Talang Banjar dipilih menjadi solusi sementara untuk menopang kebutuhan pengelolaan sampah di Jambi Timur. Terlebih dalam waktu dekat TPS di kawasan Tanjung Sari dan Pasar 46 juga akan ditutup secara bertahap.
Menariknya, proyek ini tak hanya mengandalkan pemerintah. Maulana menyebut ada keterlibatan warga dan tokoh masyarakat setempat yang ikut bergerak secara swadaya.
“Ada inisiatif dari Ketua LPM dan masyarakat di sini. Nantinya area ini akan ditutup menggunakan seng secara gotong royong,” jelasnya.

Tak hanya itu, alat berat dari Dinas PU juga dijadwalkan mulai masuk untuk melakukan penataan lokasi. Pemkot juga akan menambah armada amrol guna mempercepat pengangkutan sampah di kawasan tersebut.
Di sisi lain, Maulana menegaskan penutupan TPS dilakukan bertahap agar tidak menimbulkan persoalan baru di tengah masyarakat. Penutupan baru dilakukan jika minimal 80 persen program OPBM di wilayah tersebut sudah berjalan.

Menurutnya, sistem pengelolaan sampah kini berbasis lingkungan dan partisipasi warga. Karena itu masyarakat diminta aktif bergabung dengan kelompok pengelola sampah di lingkungannya masing-masing.
“Jangan pasif lagi. Jangan cuma taruh sampah di rumah lalu menunggu. Sekarang masyarakat harus aktif mencari informasi ke RT, ikut bank sampah, TPS 3R atau kelompok pengelola yang sudah berjalan,” tegas Maulana.

Ia juga memastikan armada bentor pengangkut sampah sudah dipetakan untuk mendukung penutupan TPS-TPS liar maupun titik penumpukan sampah yang selama ini menjadi persoalan di Kota Jambi.
Dengan langkah ini, Pemkot Jambi berharap pengelolaan sampah di Jambi Timur tidak lagi bergantung pada pola lama. Talang Banjar pun diproyeksikan menjadi wajah baru sistem pengolahan sampah berbasis lingkungan dan gotong royong masyarakat.

/* script Youtube Responsive */